Onggo Inggi, Hantu Air di Pertemuan Dua Arus Sungai



Onggo Inggi adalah siluman yang berbadan ikan tapi berkepala manusia. Rambut panjang dan bergigi tajam. Banyak cerita yang beredar di masyarakat dan mempunyai banyak versi, mau percaya atau tidak Onggo Inggi itu nyata dan masih dipercaya oleh masyarakat di salah satu daerah di Pulau Jawa.

..............

Onggo Inggi ini biasanya berada di aliran sungai yang airnya mengalir dari dua penjuru kalo di daerahku namanya kali tempur atau pertemuan dua arus sungai.

 

"Nung Hanung", panggil Bayu dan Banyu dari Luar

 

Hanung yang baru saja selesai sholat langsung keluar rumah menghampiri dua temannya itu.

 

"Emang jadi kita ke sungai?", tanya Hanung.

 

"Ya jadilah, makanya ayo buruan", ajak Banyu.

 

Hanung pun bergegas mengambil kaos dan celana pendek dan memasukan bajunya kedalam kantung plastik.

 

Hanung yang setengah berlari dihentikan langkahnya oleh ibunya.

 

"Mau kemana kamu Le", tanya ibu Hanung

 

"Mau ke kali besar dekat sini aja Bu", jawab Hanung sambil berLari.

 

Dari jauh  ibu Hanung berteriak agar terdengar oleh anaknya

 

"Jangan terlalu jauh dari pinggir Le ,ada onggo ingginya".

 

"Nggihh, Bu"

 

Hanung, Banyu dan Bayu mengayuh sepedanya dengan perasaan gembira.

Sesampainya di kali besar itu Hanung teringat pesan ibunya.

 

"Eh, cah kayaknya jangan disini pindah wae lah", Hanung merasa ada yang aneh dengan aliran sungai itu.

 

Banyu langsung meloncat ke dalam air yang di ikuti oleh Bayu

 

"Ayolah gak usah takut", teriak Bayu dari jauh, Hanung seperti melihat rambut yang muncul sedikit di permukaan

 

Byurrrr....

 

Hanung pun akhirnya ikut lompat ke dalam air, dari bawah tampak ada sesuatu yang aneh, Banyu yang penasaran mencoba melihat ke dalam air, karena tidak ada apa apa Banyu pun mengabaikannya.

 

Hanung dan Bayu terlihat senang bermain air tanpa sadar mereka berenang ke arah tengah.

 

Dari jauh Banyu berteriak keras

 

"Jangan sampe sana, woyyy!"

 

Telinga Bayu dan Hanung seperti tertutup.

 

Bayu tiba-tiba merasa ada yang menarik kakinya. Dilihatnya kepala ikan yang berambut panjang sedang tersenyum menakutkan Bayu pun berteriak , dan teriakan Bayu membuat Hanung tersadar dari lamunannya.

 

"Yu, Bayu ayo minggir", ajak Hanung sambil menarik Bayu

 

"Ora isoh iki Nung, deloken iki", Hanung melihat ke arah Bayu dan dilihatnya Onggo Ingginnya tersenyum dan tampak kelaparan.

 

"Nyu, nyelok uwong Nyu, Mas mu dicekel Onggo Inggi", teriak Hanung.

 

Banyu yang berada di samping langsung naik ke atas dan berteriak minta tolong dengan paniknya.

 

"Tolong Tolong Tolong" teriak banyu. Dari jauh tampak terlihat motor yang melintas tanpa pikir panjang Banyu pun menghentikan motor itu.

 

"Pak tolong dulu itu kakak saya ditangkap Onggo Inggi", pinta Banyu.

 

Bapak itu pun langsung turun ke sungai, tampak Hanung yang berusaha menyelamatkan Bayu yang merasa kesakitan.

 

Ditariknya Banyu dan juga Hanung, bapak itu mencoba berkali-kali tapi terasa berat sekali

 

"Dek ayo istighfar, baca surat pendek sebisamu", ucap bapak itu.

 

Bayu dan Hanung pun membaca surat pendek sebisa mereka

 

Bapak itu berteriak, "Allahu Akbar" dan akhirnya terlepas. Bapak itu menarik Hanung dan Bayu sekuat tenaga.

 

Dari atas sudah banyak orang yang melihat, ada yang melajukan sepedanya dengan cepat meminta tolong warga terdekat agar mengantarkan anak-anak yang ia lihat tadi.

 

Tidak beberapa lama ada mobil kijang yang mendekat dan menawarkan bantuan dan mengantarkan Bayu dan Hanung ke puskesmas terdekat.

 

"Sekarang pulang beritahu orang tua mereka. Bapak juga harus pergi", kata Bapak itu pada Banyu. Banyu memeluk bapak itu erat dan mengucapkan terima kasih.

 

Banyu diantar pulang oleh warga, setelah diberitahu Banyu, kedua orang tua Bayu langsung pergi menuju puskesmas.

 

Keadaan Bayu sudah membaik begitu juga Hanung yang sudah boleh pulang. Di Puskesmas, bapak pun bertanya pada Bayu apa yang terjadi.


Bayu pun menceritakan semuanya, alasan kenapa kakinya bisa berdarah seperti terkena cakaran hewan.


"Untung Le, kowe ora dijaluk Onggo Inggi. Kancane, bapak ono seng keli dipangan Onggo Inggi, bali-bali wes ora ono", kata ayah Bayu. (C. Putri)

  

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال