Tiba-tiba anak ku berteriak keras,"mama jangan dibuka pintunya, ada pocong maaaa...".
......
Aku adalah seorang guru di sebuah madrasah ibtidaiyah, dan suami ku seorang pegawai pemerintah. Selain itu, dia juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai distributor frozen food yang biasa di kirim di kota-kota besar seperti; Bali, Jakarta, Bandung dan beberapa kota lainnya.
Biasanya suami ku mengirim atau melakukan packing orderan sepulang dari kantor, dan untuk yang orderan di dalam kota biasanya dia kirim sendiri pada hari itu juga, dan yang di luar kota akan di kirim esok harinya melalui jasa paket kilat.
Seperti biasa hari itu, sepulang dari kantor suami ku langsung melakukan packing barang di dekat rumah mertua ku, karena di sana suami ku menyewa sebuah tempat untuk menjalankan usahanya itu.
Kebetulan saat itu anak ku sedang sakit flu jadi badannya agak demam sehingga aku tidak bisa membantu suami ku dan aku menunggui anak ku dan mengompres bagian kepalanya. Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 22.30, mata ku pun sudah mulai mengantuk, tapi udara waktu itu terasa panas, jd aku tidak bisa tidur sama sekali.
Namun tiba-tiba terdengar suara pintu rumah ku seperti di ketuk oleh seseorang, dan dari cara mengetuk pintunya sama persis dengan cara suamiku saat mengetuk pintu rumah.
Aku segera beranjak tapi belum sempat keluar kamar anak ku langsung terbangun, dan berkata, "mama mau kemana?".
"Mama mau buka pintu nak, ayah mengetuk pintu", jawab ku.
"Tapi kan tadi ayah telepon mama, katanya pulang malam soalnya mau kirim barang dulu, dan ayah juga bawa kunci rumah kan ma," kata anak ku.
Aku pun berpikir, iya juga karena tadi waktu habis magrib suami sempat telpon dan bilang pulang malam, dan dia juga sudah membawa kunci rumah sendiri.
Tapi, entah kenapa aku kok jadi penasaran, jangan-jangan maling soalnya di kampung ku akhir-akhir ini rawan sekali dengan maling, tapi masa iya maling pake ketok pintu segala. Ah...dari pada penasaran lebih baik aku cek saja, pikir ku.
Dan, aku segera menuju ruang tamu, dan ternyata anak ku mengikuti aku dari belakang, aku coba intip dari jendela tapi tidak ada siapa-siapa di depan rumah. Dan anehnya ku lihat dari jendela rumah, kalo gembok pagar ku masih dalam keadaan terkunci.
Aku semakin penasaran ketika hendak membuka pintu, tiba-tiba saja anak ku teriak keras, sambil menangis,"ma jangan di bukaaa... ada pocong maa di depan pintu..," spontan aku langsung menarik tangan anak ku, dan mengajaknya lari ke dalam kamar, sesampainya di kamar aku coba menenangkan anak ku yang masih menangis ketakutan.
Aku suruh dia istighfar, dan membaca surat An-Nas dilanjut ayat kursi. Lalu aku segera menelpon suami ku agar secepatnya pulang. Setengah jam kemudian suami pun pulang, dan dia segera ambil wudhu lalu mengaji di ruang tamu.
Memang rumah yang aku tempati sering terlihat penampakan mungkin karena pas di samping rumah adalah tanah kosong yang ditumbuhi pohon pisang dan tanaman liar lainnya.
Pernah juga tampak seperti kepala buntung atau gelundung pringis di kamar mandi, dan yang paling ngeri pernah suatu hari saat aku terbangun mau sholat tahajud, ketika mata ku mulai terbuka sebuah wajah tepat ada di depan mata ku. (Lis)