Tragedi di Rumah Angker

Konon arwah Rehan terus mencari kepalanya yang belum ditemukan.

...



Puluhan tahu lalu, tepatnya 1 Januari 1980, telah terjadi pembunuhan satu keluarga yang dimutilasi oleh komplotan perampok, diketahui keluarga yang dimutilasi itu bernama pak Soni berumur 40 tahun, istrinya Imas 36 tahun, dan anaknya Rehan 10 tahun. 


Keluarga pak Soni menjadi korban perampokan yang berakhir pembunuhan yang disertai mutilasi, tubuh keluarga pak Soni di potong-potong menjadi beberapa bagian.


Polisi dibantu warga mencari potongan tubuh keluarga pak Soni yang dibuang terpisah oleh komplotan perampok yang berhasil merampok semua harta pak Soni. Semua potongan tubuh sudah ditemukan kecuali kepala anaknya, Rehan yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, akhirnya jenazah keluarga pak Soni dimakamkan walaupun kepala Rehan belum ditemukan.


Satu minggu setelah kejadian komplotan perampok yang berjumlah tiga orang, yang memutilasi keluarga pak Soni, ditemukan mati mengenaskan, penyebab kematian mereka pun sangat janggal. 


Pertama kematian Dadang 41 tahun ditemukan mati tersetrum di rumahnya, mayat Dadang ditemukan polisi dengan keadaan yang sudah hangus. Kedua kematian Erik 34 tahun yang mati karena over dosis, ketiga kematian Tomi 29 tahun mati ditabrak kereta, kematian mereka terjadi di hari yang sama.


Konon katanya kematian mereka disebabkan oleh arwah Rehan, yang ingin membalas dendam atas kematian keluarganya. Konon arwah Rehan terus mencari kepalanya yang belum ditemukan, beberapa tahun kemudian rumah pak Soni menjadi terbengkalai, dan ditumbuhi banyak tanaman liar. 


Sejak saat itulah rumah pak Soni dikenal sebagai rumah yang angker akibat tragedi yang terjadi di rumah itu, karena beberapa warga sering melihat penampakan keluarga pak Soni yang tanpa kepala.


Satu tahun kemudian cerita keangkeran rumah pak Soni tersebar ke penjuru kota, hal itu juga terdengar oleh aku dan teman-teman ku. Aku adalah seorang yutuber yang cukup terkenal, namaku Masky seorang konten creator horor berkat kemampuanku yang bisa melihat hantu dan bisa melihat flash back atau melihat kejadian di masa lalu. 


Aku dan timku akhirnya memutuskan untuk pergi kerumah angker itu untuk mengungkap misteri yang telah terjadi di rumah itu.


Sesampainya di rumah pak Soni sekitar pukul 22.30 malam, aku dan tim masuk ke rumah terbengkalai itu, aku dikagetkan dengan sosok tanpa kepala itu. Berkat kemampuan ini aku langsung bisa melihat data dirinya Soni 40 tahun yang berdiri menghadapku tanpa kepala dan tanpa tangan.


Aku kembali dikejutkan melihat seorang wanita bernama Imas 36 tahun tanpa kepala yang sedang merangkak dengan setengah badan. Dan yang terakhir anak kecil bernama Rehan berumur 10 tahun yang juga tanpa kepala.


Aku sudah terbiasa melihat yang seperti ini tapi ada sesuatu yang aneh dari anak kecil yang bernama Rehan itu, dia seperti meminta tolong. Aku mendekatinya yang sedang berdiri di samping pak Soni, Rehan mengusap keningku seketika aku bisa melihat semua kejadian yang telah terjadi pada keluarga pak Soni. Aku tidak bisa menceritakan kejadian mutilasi yang sadis itu, karena Rehan tidak mengijinkannya.


Tiba-tiba aku melihat sebuah kepala yang terkubur di bawah pohon, yang tidak jauh dari rumah ini. Ternyata itu kepala Rehan, yang di kubur oleh Dadang 41 tahun, yang sudah mati tersetrum. Rehan meminta tolong kepadaku agar memakamkan kepalanya dengan layak, sekarang aku sudah tau semua kejadian yang sudah terjadi pada keluarga pak Soni.


Akhirnya aku dibantu warga sekitar menggali tanah yang kulihat tadi, terkubur kepala Rehan  di bawah pohon, benar saja kepala Rehan sudah menjadi tengkorak. 


Sesuai permintaan Rehan kami menguburkan tengkorak kepala Rehan, dimakamnya lalu kami mendoakan keluarga pak Soni agar mereka tenang di alam sana.


Terlihat oleh ku di samping makam, keluarga pak Soni memakai pakaian putih, dengan anggota tubuh yang lengkap. Mereka tersenyum kepadaku, lalu Rehan menghampiri dan memeluku dia mengucapkan, 'Terima kasih' sambil meneteskan air mata. 


Aku memeluk Rehan ... lalu tubuh Rehan sedikit demi sedikit memudar terus memudar sampai akhirnya hilang dari penglihatanku.


Semoga keluarga pak Soni bisa beristirahat dengan tenang, sejak saat itu rumah pak Soni tidak lagi menjadi rumah yang angker. (Masky) 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال