Mata Zaskia bertemu dengan mata wanita itu di kaca spion, wanita itu tersenyum dan Zaskia langsung membuang pandangan keluar karena ketakutan
..
Pengalaman ini Zaskia dapatkan beberapa tahun yang lalu, walaupun sudah cukup lama namun kejadian itu belum bisa dia lupakan, dan kejadian itu pasti tidak akan terjadi jika ibunya Zaskia sebut saja Bu Ajeng tidak pulang larut malam saat itu.
Bu Ajeng merupakan seorang wedding singer atau penyanyi di acara sebuah pernikahan, walaupun usianya sudah separuh baya namun suara Bu Ajeng tetap bagus, dan beliau juga tidak ketinggalan jaman, tidak hanya lagu daerah atau lagu-lagu jaman tempo dulu saja yang bisa di nyanyikan olehnya, beliau juga sangat hapal lagu-lagu jaman sekarang.
Oleh karena itu Zaskia sangat bangga pada ibunya, apalagi Sang Ibu menjadi wedding singer karena ingin membantu suaminya sebut saja Pak Bagas bekerja, kalau sedang ada job Bu Ajeng bisa pulang sampai larut malam.
Suatu ketika Bu Ajeng sedang ada job panggung acara hajatan yang lokasinya lumayan jauh dari daerah tempat tinggalnya, karena acara hajatannya berlangsung hingga malam hari, beliau pun baru selesai manggung sekitar pukul 23:50 malam.
Zaskia sangat ingat sekali jamnya karena saat itu ada panggilan telepon masuk, Zaskia yang sedang tidur jadi terbangun karena suara dering telepon, lalu kemudian suara dering itu mati karena teleponnya sudah diangkat oleh Pak Bagas, tidak lama kemudian Zaskia mendengar suara langkah ayahnya menuju kamar Zaskia, Sang Ayah mengetuk pintu lalu berkata
"Ibu minta di jemput sekarang Zas”
Pak Bagas mengajak Zaskia untuk ikut karena Pak Bagas khawatir kalau meninggalkan anak semata wayangnya sendirian dirumah, mau tidak mau Zaskia pun menuruti perintah Sang Ayah dan dia berjalan mengikuti Ayahnya dengan malas ke dalam mobil.
Ketika mereka sudah keluar komplek rumah, Bu Ajeng mengirim sms, Bu Ajeng memberitahu suaminya lokasi tempat hajatan itu sedang berlangsung, kebetulan saat itu baik Pak Bagas ataupun Zaskia belum pernah pergi ke daerah itu sama sekali, jadi mereka berdua hanya menghabiskan waktu berputar-putar mencari jalan.
Setelah sempat tersasar beberapa kali akhirnya Pak Bagas dan Zaskia sampai di jalan tempat Bu Ajeng manggung di acara hajatan, tapi ada yang aneh dengan daerah itu, jalanan itu tampak berbeda jauh, lebih menyeramkan dari pada jalan-jalan yang mereka telah lalui, Zaskia pikir mungkin saat itu sudah jam 01:00 malam jadi terasa menyeramkan, lagi pula daerah situ baru pertama kali mereka singgahi, pemandangan di kiri dan kanan jalan terasa masih asing di mata mereka.
Tiba-tiba mobil berhenti mendadak, Zaskia tersentak dari kursi penumpang, untung saja dia memakai sabuk pengaman, Pak Bagas pun meminta maaf pada Zaskia setelah memastikan anaknya itu tidak terluka, lalu Pak Bagas melihat kedepan dengan marah sambil membunyikan klakson beberapa kali.
Zaskia melihat ke jalanan, di depan sana ada seorang wanita sedang berdiri di tengah jalan, Pak Bagas kembali membunyikan klakson tapi wanita itu tidak mau menyingkir juga, akhirnya Pak Bagas turun dari mobil sambil bilang pada Zaskia
”Tetap di mobil zas jangan ikut keluar, jangan lupa kunci pintu”
Zaskia pun menuruti perintah Ayahnya, dari dalam mobil dia melihat Ayahnya berbicara dengan wanita itu, Zaskia memperhatikan penampilan wanita itu, ia memakai jaket dan daster seperti orang hamil, ia juga membawa tas jinjing di tangannya.
Tiba-tiba, Pak Bagas kembali berjalan ke arah mobil, wanita itu mengikutinya dengan perlahan di belakang, Zaskia menurunkan kaca jendela dan bertanya
”Kenapa yah?”
Dan Ayahnya bilang,”kita akan mengantar wanita itu dulu sebelum menjemput ibu”
Menurut penuturan Pak Bagas wanita itu tujuannya searah tepat dengan lokasi Bu Ajeng manggung di tempat hajatan, dia berjalan karena sudah tidak ada lagi kendaraan, karena kasihan Pak Bagas pun menawarinya untuk mengantar sampai kerumahnya.
Pak Bagas membukakan pintu belakang mobil dan wanita itu pun masuk dan duduk di belakang Zaskia, saat itu Zaskia merasa ada yang aneh dengan wanita itu, diam-diam Zaskia memperhatikan wanita itu lewat kaca spion, wajahnya tampak pucat sekali dan perlahan tercium bau amis dari tubuhnya.
Makin lama bau amis yang tercium makin menyengat, perut Zaskia menjadi mual, Zaskia ingin menyampaikan keluhannya tapi dia takut wanita itu tersinggung jadi Zaskia diam saja sambil memejamkan mata dan mendengarkan musik dari handponenya.
Namun sekeras apa pun usaha Zaskia untuk mengalihkan perhatian, tetap saja bau amis wanita itu tidak hilang, Zaskia jadi bertanya-tanya apa ayahnya juga mencium bau ini? tapi pasti ayahnya juga tak sampai hati untuk memberitahukan hal ini kepada wanita itu.
Lalu tak sengaja mata Zaskia bertemu dengan mata wanita itu di kaca spion, wanita itu tersenyum dan Zaskia langsung membuang pandangan keluar karena ketakutan, mendadak ada yang aneh dengan cara menyetir mobil Pak Bagas, mobilnya mulai miring ke kiri dan hampir menabrak pembatas jalan, tak sengaja Zaskia melihat ke arah wanita itu.
Wanita itu tertawa keras, Zaskia dan ayahnya segera membaca doa yang mereka hafal untuk mengusirnya, karena mereka mulai sadar kalau wanita itu bukanlah manusia, seketika wanita itu terbang menembus atap mobil, karena terkejut Pak Bagas langsung menghentikan mobilnya, saat beliau melihat kebelakang ternyata wanita itu sudah hilang.
Pak Bagas dan Zaskia langsung keluar dari mobil karena tidak tahan dengan bau amis yang masih tercium, anehnya dijalan tempat mereka berhenti itu pun tercium bau amis yang sangat menyengat, mereka berdua masih terdiam di luar mobil, bahkan Zaskia sampai tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun setelah mengalami kejadian tadi.
Setelah cukup tenang Pak Bagas menyuruh Zaskia untuk kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan kembali, tidak lama kemudian mereka sampai di tempat Bu Ajeng manggung.
Mereka pun menceritakan apa yang baru saja terjadi, bahkan para warga juga ikut mendengarkan cerita Pak Bagas dan Zaskia, ternyata menurut pengakuan seorang warga, beberapa hari yang lalu ada seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan tewas di jalan itu, wanita itu di usir oleh pemilik kontrakan karena hamil di luar nikah dan sudah menunggak kontrakan berbulan-bulan.
Ketika dia sedang berada di jalan untuk mencari tumpangan tiba-tiba ada truk yang lewat, namun karena supir truk sudah mengantuk dia malah menabrak wanita itu, wanita malang itu pun tewas di tempat, karena takut ada yang melihat, si supir itu pun membuang mayatnya ke semak-semak, lalu keesokan harinya mayat wanita itu di temukan.
Beruntung, ada salah satu warga yang menyimpan foto mayat wanita tersebut lalu Zaskia pun melihatnya, ternyata memang benar dia adalah wanita yang tadi duduk di belakangnya. (Ichanisa)