Banaspati Alas Geni

Ketika ayu hendak membuka jendela dia kaget dan berteriak ternyata banaspati sudah ada di depan jendela.

...



Pada masa kerajaan kediri ada sebuah hutan yang di sebut sebagai alas geni. Pada mulanya hutan itu belum terjamah manusia tapi lambat laun seiring perkembangan manusia, orang-orang datang mendirikan pemukiman dan beberapa ada yang memasuki hutan untuk mencari kayu bakar.


Darmo anak seorang anak desa yang sedang mencari kayu bakar di hutan alas geni. Ketika itu Darmo yang sedang mengumpulkan kayu tiba-tiba dia melihat sebuah kobaran api yang melayang di atas kepalanya lalu bola api tersebut menyambar Darmo hingga hangus terbakar menjadi abu.


Darmo adalah korban pertama oleh keganasan banaspati dan korban-korban selanjutnya silih berganti hingga Alas Geni tidak di injak oleh manusia lagi.


100 tahun kemudian, ketika legenda banaspati sudah tidak terdengar. Penduduk pun mulai memasuki hutan alas geni lagi, mereka bercocok tanam dan berkebun di dalam hutan.


Bahkan di tengah hutan berdiri rumah kayu yang di diami keluarga petani. Mereka adalah Pak Romo, Mbok Yah dan dua anak mereka Ayu dan Bagus


Pak Romo berprofesi sebagai penebang kayu. Sementara mbok yah istrinya berkebun di sekitar pekarangan rumah.


Dua tahun berlalu Mbok Yah mengalami sakit keras hingga ajal menjemputnya. Tinggallah Pak Romo bersama kedua anaknya di tengah hutan. Terkadang Pak Romo pergi keluar hutan untuk menjual hasil panen dan kayu yang dia tebang untuk dibelikan bahan makanan dan pakaian nantinya


Singkat cerita di sore hari Ayu sedang mandi di sungai yang jaraknya tak jauh dari rumah mereka. Ketika si Ayu mandi dia sekilas melihat sekelebat api yang menyebrangi sungai


"Apa itu? Bola api" gumam Ayu yang sedang membasahi rambutnya


Ketika Ayu pulang dari sungai. Adiknya Bagus berlari ke arah rumah dengan panik


"Ada apa to le.......kok panik kali" tanya ayu


"Anu mbak.. Ternak kita hangus terbakar api" kata Bagus


"Hah..? Kok bisa" tanya Ayu


"Gak tau mbak, mending mbak lihat sendiri" ucap Bagus


"Pak.. Bapak" teriak Ayu memanggil Pak Romo


Mereka pun menuju tempat ternak yang di gembala si Bagus. Kagetnya Pak Romo dan anaknya ketika melihat seluruh ternak mereka menjadi abu. Tidak ada sisa dari tulang belulang pun juga


Mereka pun bingung apa yang menjadi penyebab hangusnya ternak-ternak mereka. Singkat cerita beberapa minggu berlalu kini Ayu dan Bagus sedang memanen singkong yang letak kebunnya ada di sebelah hutan Alas Geni


Beberapa petani juga terlihat sedang memanen hasil tanamannya. Kembali Ayu melihat kobaran api yang terbang rendah mengelilingi kebun singkong.


"Liat opo to mbak" tanya Bagus


Ayu pun menunjuk pada bola api


Para petani yang ada di sana juga heran dengan objek api yang terus mengelilingi mereka hingga bola api itu menghantam kebun jagung dan membakar petani yang sedang panen jagung.


Dari dalam kobaran api itu muncul sosok bertaring, seluruh tubuhnya di selimuti api dan dia pun melahap petani yang terbakar itu.


Orang-orang pun lari kalang kabut termasuk Ayu dan Bagus. Saat mereka hendak lari menuju rumah tiba-tiba bola api itu sudah ada di depan mereka dan siap menerjang mereka namun Ayu dan Bagus selamat karena menundukan kepala


Tapi bola api tersebut teus mengejar mereka hingga ada seorang petani yang berteriak ke arah Ayu dan Bagus.


"Hei kalian cepat tiarap, lepaskan alas kaki kalian lalu berdoa pada Tuhan," kata sang petani yang sedang terlengkup di atas tanah.


Ayu dan Bagus pun mengikuti apa yang si petani lakukan merekapun melepas sandal mereka dan telungkup ke atas tanah


Tiba-tiba saja bola api itu tidak mengejar mereka lagi dan  berganti ke target yang selanjutnya


Ketika dirasa sudah aman merekapun kembali bangkit berdiri. Si petani datang menghampiri mereka


"Kalian sebaiknya cepat pulang saja" ucap petani itu


"Yang tadi itu apa pak de" tanya Ayu


"Mahluk itu di sebut banaspati. Nanti kalau ketemu yang begituan lagi cepat kalian lakukan yang seperti tadi. Di percaya banaspati tidak akan menyerang orang yang menempel dengan tanah. Dan ingat jangan takut ketika bertemu banaspati karena semakin kamu takut akan sosok itu maka semakin berkobar dan panas dari api mahluk itu" kata si petani.


Ayu dan Bagus pun pulang tanpa membawa hasil panen mereka.


Singkat cerita di malam hari ketika Ayu menyalakan lampu minyak dia mendengar sesuatu yang mengerang dari luar.


"Gggrrrrrr..... "


Ayu pun mengintip dari lubang bilik terlihat sosok bola api sedang terbang rendah di atas pekarangan rumahnya


"Hah" Ayu kaget, diapun membangunkan adiknya untuk tidak tertidur pulas. Dan apes nya malam itu Pak Romo tidak ada dia sedang pergi ke kadipaten untuk menjual kayu dan hasil panen


Setelah itu terdengar suara dari atap rumah mereka


"Mbak bagaimana kalau mahluk itu membakar rumah kita" ucap Bagus


"Le.. Ingat kata pakde tadi sore kalau kita takut maka api dari banaspati akan semakin kuat. Lebih baik kita jangan takut" ucap Ayu


Mereka berdua pun terperangkap di dalam rumah, bersama banaspati yang mengincar mereka.


Kedua saudara itu berjaga walau rasa kantuk menyerang.


Sesekali Ayu mengintip keluar dari lubang dinding rumahnya. Terlihat banaspati masih terbang rendah mengelilingi rumahnya.


Banaspati kemudian turun ke tanah. Mahluk itu lalu menampakkan wujudnya dan berjalan ke arah pintu depan rumah


Bagus yang ingin berteriak di bekap oleh Ayu. Ayu juga tak kalah paniknya.


Beberapa langkah lagi banaspati hampir mendobrak rumah mereka tiba-tiba dia berhenti dan merasakan sesuatu


Ada manusia lain di dekat alas geni. Banaspati pun merubah wujudnya menjadi bola api dan terbang menuju lokasi manusia itu.


Ayu dan bagus pun selamat


Di keesokan harinya terdengar kabar kalau ada orang yang mati di bakar banaspati ketika sedang mencari jangkrik kehutan


Hari pun berganti demi hari. Tidak ada kabar berita tentang banaspati lagi. Dan petani pun kembali bertani dengan tenang. Dan di suatu malam ketika Ayu tertidur lelap dia mereka kepanasan. Ayu pun hendak membuka jendela kamarnya.


Ketika ayu hendak membuka jendela dia kaget dan berteriak ternyata banaspati sudah ada di depan jendela.


Pak Romo yang mendengar teriakan ayu bergegas menuju kamarnya.


Banaspati menerobos masuk lalu berputar di ruang kamar Ayu. Hingga apinya mengenai Pak Romo.


Pak Romo berguling di atas lantai untung saja bagus datang dan segera memadamkan api dari tubuh bapaknya.


Ayu kemudian membawa bapaknya keluar rumah


Tak lama setelah mereka berhasil keluar. Rumah  merekapun hangus terbakar


Dari kobaran api yang melalap rumah ayu keluar sosok banaspati dan hendak menyerang mereka namun. Pakde petani tadi datang menghadang banaspati


"Cepat lari.. Selamatkan diri kalian" Kata pak de yang terbakar oleh banaspati


Ternyata pak de itu adalah mbah kakung yang dahulu pernah mendalami ilmu aji banaspati teu kataekan tapi tidak sampai ilmunya hingga banaspati itu lepas ke alas geni.


Untuk menebus kesalahannya mbah kakung rela mengorbankan nyawanya demi keluarga Pak Romo.


Pak Romo dan keluarganya pun selamat dan pindah ke kadipaten. Tidak hidup di tengah hutan lagi.


Ratusan tahun pun berlalu kini alas geni sudah di babat dan menjadi jalur tol yang menghubungkan kedua provinsi. Banyak kejadian kecelakaan di sekitar alas geni. Kebanyakan kecelakaan disebabkan banaspati yang menyerang pengendara hingga kendaraan mereka terbakar atau meledak di tengah jalan


Pada suatu hari seorang remaja perempuan sedang berjalan di tengah hutan alas geni sambil memakan kripik kentang. Tiba-tiba saja perempuan itu di sambar oleh api banaspati namun perempuan itu tidak terbakar malah santai memakan kripik kentang namun kripiknya gosong


Banaspati pun keluar dan menampakan dirinya


Dia heran kenapa apinya tidak membakar anak tersebut


Anak itupun berjalan menghampiri si banaspati lalu anak itu menancapkan tangannya keperut banaspati hingga menembus lapisan kulit apinya


Banaspati pun berteriak kesakitan "aaaa..." teriakannya terdengar ke semua penjuru hutan


"Suara apaan tuh" kata seseorang di dalam minibus yang terparkir


"Aduh si Dyah lama banget lagi pipisnya udah tau tempat ini sering terjadi kecelakaan" ucap Citra


"Susulin gih" kata pak supir


Kembali ketempat banaspati. Demit itu sudah tak terlihat entah kemana, yang ada hanya Dyah sedang tersenyum dan kini tangan kananya menyala mengeluarkan api yang berkobar-kobar. (Gha) 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال