Santet Mata yang Mengerikan




Dia merasakan sakit yang luar biasa seolah-olah kedua biji matanya mau lepas dari rongganya..

...


Sungguh keji pelaku santet yang satu ini seakan tidak lagi memiliki hati nurani dan rasa kasihan, kisah ini dialami oleh seorang narasumber yang bernama Junarsih berumur 23 tahun.

 

Pada awalnya dia mencoba bersikap realistis dan menganggap penyakit yang dialaminya akibat kurang istirahat, ia merasakan sakit mata yang sangat parah, sampai-sampai untuk sholat pun susahnya minta ampun, bayangkan saja di setiap Junarsih ruku' dalam sholatnya, maka dia merasakan sakit yang luar biasa seolah-olah kedua biji matanya mau lepas dari rongganya.

 

Keadaan ini telah coba ditanggulanginya dengan ke rumah sakit terdekat, anehnya rasa sakit yang dirasakannya berhenti hanya ketika minum obat saja, kalau reaksi obat habis maka ia akan merasakan sakit yang sangat menyiksa di kedua rongga matanya.

 

Jelas saja kejadian ini membuat jiwanya menjadi rapuh, sehingga dia pun sering menangis dan tak tau lagi apa yang harus diperbuat, pernah suatu kali seorang tetangga menyarankan agar Junarsih memeriksakan matanya kesalah satu optik untuk mencari tau penyebabnya

 

”Junar... Coba diperiksa matanya, mungkin ada yang rusak di kedua rongga matamu” kata Haryati yang merupakan seorang tenaga medis yang bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah

 

Dianggap masuk akal Junarsih pun mencoba memeriksakan matanya seperti yang disarankan Haryati, menurut keterangan dokter yang bertugas disana ia mengalami kerusakan dikedua rongga matanya, ia disarankan untuk memakai kacamata agar dapat membantu penglihatan.

 

Di dorong keinginan yang besar untuk sembuh Junarsih menuruti keinginan tersebut, tapi apa daya sekalipun kacamata tersebut telah bertengger, namun hasilnya tetap saja nihil, setelah memakai kacamata sakit mata Junarsih justru bertambah parah, di setiap waktu Maghrib, tengah malam, bahkan subuh dia akan mengalami rasa sakit yang sangat luar biasa, tak jarang dia menangis sejadi-jadinya sebagai pertanda betapa hebat rasa sakit yang dirasa olehnya.

 

Berangkat dari rasa kasihan dan tak sanggup lagi melihat penderitaannya, keluarga Junarsih pun sepakat menempuh jalan alternatif sebagai ikhitiar, akhirnya mereka menemui salah seorang paranormal yang tinggal di desa tetangga, paranormal yang telah lama mengenyam asam garam kehidupan ini diyakini memiliki kesaktian mumpuni.

 

Melalui paranormal yang bernama Mbah Kasto, tirai misteri mulai terkuak, menurut penerawangannya Junarsih telah terkena ilmu hitam yang sangat berbahaya, menurutnya lagi rumah kedua orang tua Junarsih telah ditanami benda-benda yang ber'aura jahat sebagai sarana dari ilmu setan tersebut.

 

Oleh Mbah Kasto, keluarga Junarsih disuruh mencari asam Jawa yang mempunyai tiga buah dalam satu lumpuk

 

”tolong asam tersebut disediakan besok malam agar benda-benda yang ber'aura jahat yang ditanam dirumah ini segera diangkat” pinta Mbah Kasto dengan tenang dan penuh keyakinan

 

Tanpa membuang waktu lagi keluarga Junarsih langsung mencari asam tersebut, setelah di dapatkan proses penarikan benda jahat itu pun di mulai pada malam harinya.

 

Setelah memotong ketiga asam tersebut menjadi tiga bagian, Mbah Kasto pun mulai membaca mantra saktinya.

 

Tidak lama kemudian tampak wajahnya berubah, entah apa yang terjadi, kurang lebih sepuluh menit berjalan keanehan pun terpampang di hadapan Junarsih, entah dari mana datangnya tiba-tiba saja terdengar suara berdentum seperti ada benda yang jatuh, tanpa di komandoi mata semuanya tertuju pada benda laknat tersebut

 

”sepertinya benda inilah yang menjadi penyebab sakit mata kamu” Mbah Kasto menjelaskan

 

Setelah itu dia langsung membuka bungkusan hitam tersebut yang ternyata didalamnya terdapat satu buah cermin, paku dan beberapa helai rambut

 

”untung benda ini cepat diambil, kalau sampai cermin ini lolos bisa dipastikan mata kamu akan buta untuk selamanya” kata Mbah Kasto sambil menatap Junarsih dengan penuh kasihan

 

Untuk mempercepat proses pengobatan, dalam beberapa bulan Junarsih pun dalam pengawasan Mbah Kasto, pelan namun pasti seiring dilarungnya benda santet tersebut, penyakit yang dialami Jurnasih mulai berangsur pulih, hanya rasa pegal dikedua rongga matanya yang terasa agak lama pulihnya, mungkin ini akibat terlalu lamanya penyakit tersebut bersarang, namun berkat keyakinan serta kegigihan akhirnya rasa pegal itu hilang juga.

 

Bagaimana dengan pelaku?...

 

Biarlah Tuhan yang membalasnya.... (Ichanisa) 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال